TIMESINDONESIA.MY.ID - Memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Bimasakti Racing Team memperkenalkan sebuah karya monumental. Pada tanggal 17 Agustus 2026, mobil balap Formula Student hybrid generasi ke-15, yang diberi nama BM-15H, resmi diluncurkan di Student Center Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Yogyakarta.

Peluncuran BM-15H disaksikan langsung oleh lebih dari 200 orang yang antusias melihat performa perdana kendaraan inovatif ini. Kehadiran mobil ini menandai babak baru bagi Bimasakti Racing Team dalam kancah otomotif internasional.

BM-15H bukan sekadar kendaraan baru, melainkan puncak dari riset mendalam yang telah dijalani selama lebih dari dua tahun. Kini, mobil ini siap memasuki fase pembuktian dan validasi di ajang kompetisi bergengsi.

Bagi Bimasakti, BM-15H mencatat sejarah penting karena menjadi mobil Formula Student hybrid pertama yang akan diikutsertakan dalam kompetisi internasional. Ini merupakan kelanjutan dari perjalanan tim yang telah memasuki usia ke-15 tahun.

Selama 15 tahun kiprahnya, Bimasakti Racing Team telah melibatkan ratusan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu. Perjalanan panjang ini telah mengantarkan mereka berkompetisi di berbagai negara, termasuk Jepang, India, Australia, Belanda, Spanyol, dan Italia.

Bekal berharga dibawa Bimasakti menuju Italia, berkat prestasi gemilang pada Formula SAE Italy 2025. Tim ini berhasil meraih Juara 1 pada Business Plan Presentation Event, Juara 2 pada Cost and Manufacturing Event, serta Juara 3 pada Engineering Design Event.

Kombinasi capaian tersebut menempatkan Bimasakti sebagai Juara 2 Overall Class 3 dalam kategori Class 3 Design Review Category. Prestasi ini menjadi modal kuat untuk kembali unjuk gigi di kompetisi tahun ini dengan membawa BM-15H.

"Peluncuran BM-15H menjadi awal fase pembuktian setelah proses riset selama lebih dari dua tahun," ujar Bramastya Maheranta, Team Captain Bimasakti Racing Team generasi ke-15. Ia menekankan bahwa mobil ini lahir dari kolaborasi mahasiswa dengan industri manufaktur Indonesia.

"Proyek ini tidak hanya bicara soal performa di lintasan, tetapi juga kemampuan mahasiswa mengembangkan teknologi kendaraan," tambah Bramastya Maheranta.