TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebuah insiden kecelakaan air terjadi di wilayah Muara Betcbamu, Kabupaten Asmat, Papua Selatan. Perahu jenis ketinting yang membawa penumpang dilaporkan tenggelam, menyebabkan lima orang dinyatakan hilang.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari berbagai elemen kini tengah berupaya keras melakukan pencarian terhadap para korban. Operasi ini memasuki hari kedua pada Senin (7/9/2026) setelah sebelumnya dilakukan penyisiran di titik lokasi kejadian.

Dikutip dari Kompas.com, upaya pencarian pada hari kedua belum membuahkan hasil hingga sore hari. Seluruh tim yang bertugas akhirnya memutuskan untuk menghentikan sementara operasi penyelamatan pada pukul 17.30 WIT.

Keputusan penghentian sementara tersebut diambil bukan tanpa alasan yang kuat. Faktor keterbatasan waktu serta jarak pandang yang semakin menurun di lokasi kejadian menjadi pertimbangan utama tim di lapangan.

"Operasi pencarian dihentikan karena keterbatasan waktu dan jarak pandang," ujar pihak operasional tim SAR dalam keterangan resminya.

Meskipun pencarian hari kedua telah berakhir, tim gabungan memastikan bahwa operasi tidak akan berhenti begitu saja. Seluruh personel akan kembali bersiap untuk melakukan penyisiran lanjutan pada Selasa (8/9/2026) pagi.

Dalam menjalankan misi kemanusiaan ini, tim SAR menggandeng beberapa instansi terkait untuk memperkuat jangkauan pencarian. Rescuer Pos SAR Asmat bekerja sama erat dengan personel dari TNI AL serta Polairud setempat.

Sarana pendukung pun telah dikerahkan ke lokasi untuk mempermudah pergerakan tim di perairan Muara Betcbamu. Basarnas mengoperasikan satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) 85 PK, sementara Polairud mengerahkan satu unit speed boat 85 PK.

Selain tim profesional, pihak keluarga korban juga menunjukkan kepedulian yang besar dengan terlibat langsung dalam misi pencarian. Mereka mengerahkan lima unit longboat untuk menyisir area di sekitar lokasi tenggelamnya perahu.