• TIMESINDONESIA.MY.ID -

Setelah diperkenalkan pada ajang GIICOMVEC 2026, Farizon kini secara resmi memulai jejak perakitan lokal pertamanya di Indonesia. Langkah ini menegaskan komitmen merek otomotif tersebut untuk pasar domestik dan regional.

Proses perakitan ini dilakukan di fasilitas yang berlokasi di Purwakarta, Jawa Barat. Farizon menggandeng PT Handal Indonesia Motor (HIM) sebagai mitra strategis dalam menjalankan produksi, mengikuti jejak kolaborasi grup Geely lainnya.

Model pertama yang mendapat kehormatan dirakit di pabrik ini adalah Farizon V8E Cargo Van. Kendaraan komersial ini memiliki dimensi yang cukup mumpuni untuk kebutuhan logistik, dengan panjang 5.395 mm, lebar 1.820 mm, dan tinggi 1.985 mm, serta jarak sumbu roda 3.600 mm.

Dari sisi performa, Farizon V8E dibekali baterai lithium iron phosphate berkapasitas 65 kWh. Tenaga penggeraknya berasal dari motor listrik yang mampu menghasilkan daya puncak 110 kW dengan torsi 220 Nm, menjanjikan jarak tempuh hingga 310 km dalam kondisi muatan penuh.

Untuk harga, Farizon V8E Cargo Van ditawarkan mulai dari Rp425 juta dengan status on the road Jakarta. Harga ini diharapkan dapat bersaing di segmen kendaraan komersial listrik.

Terkait nilai investasi yang digelontorkan untuk fasilitas perakitan ini, Christoforus Ronny, Director PT Arista Manufacturing Indonesia, memberikan gambaran. "Kisarannya ya, plus minus itu Rp 40-50 M (miliar)," ujarnya.

Christoforus Ronny menambahkan bahwa investasi tersebut merupakan nilai awal untuk satu model. "Ini buat satu model, tapi kan penambahan model lain kan ada yang common (mirip-mirip, banyak sesamaan komponen-red.). Paling tambahannya gak banyak," jelasnya.

Investasi ini dialokasikan untuk pengadaan berbagai perlengkapan penting dalam proses perakitan. Hal ini mencakup filing machine, coupler, jig, dan berbagai special tools yang krusial untuk memastikan kualitas produksi.