TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebuah ironi menimpa seorang kakek yang bekerja sebagai tukang tambal ban setelah namanya dicoret dari daftar penerima bantuan sosial (bansos). Kejadian ini memicu keprihatinan mengingat kondisi ekonomi keluarga yang sedang dalam kesulitan besar.
Dikutip dari Tribunnews, peristiwa ini berawal ketika petugas melakukan pemutakhiran data yang kemudian menyatakan bahwa sang kakek dianggap mampu karena tercatat memiliki sebuah mobil. Padahal, realitas di lapangan menunjukkan kondisi ekonomi yang jauh dari kata berkecukupan.
Tanggung jawab sang kakek semakin berat karena istrinya saat ini sedang menderita sakit stroke yang membutuhkan biaya pengobatan rutin. Kondisi ini membuat hilangnya bantuan sosial menjadi pukulan telak bagi keberlangsungan hidup mereka sehari-hari.
"Saya sama sekali tidak pernah memiliki kendaraan roda empat, jangankan mobil, sepeda motor saja saya tidak punya," ujar sang kakek.
Keluarga tersebut mengaku sangat kebingungan menghadapi situasi ini karena penghasilan dari menambal ban hanya cukup untuk makan sehari-hari. Biaya pengobatan sang istri yang menderita stroke pun kini menjadi beban yang sangat berat untuk ditanggung sendirian.
"Istri saya sedang sakit stroke dan sangat membutuhkan biaya untuk berobat, pencoretan nama saya dari daftar bansos ini tentu sangat memberatkan kami," tutur sang kakek.
Pihak keluarga berharap agar pemerintah daerah maupun instansi terkait dapat melakukan verifikasi ulang secara langsung ke lapangan. Mereka ingin agar data yang digunakan sebagai acuan pemberian bantuan benar-benar mencerminkan kondisi riil masyarakat bawah.
Kasus ini menjadi cerminan perlunya akurasi data dalam penyaluran bantuan sosial agar tidak terjadi kesalahan sasaran. Transparansi dalam proses pembaruan data sangat diharapkan agar warga yang benar-benar membutuhkan tidak terpinggirkan akibat kesalahan administratif.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi lebih lanjut mengenai langkah koreksi atas data tersebut. Publik berharap instansi berwenang segera merespons keluhan warga agar bantuan dapat kembali disalurkan kepada mereka yang berhak.