TIMESINDONESIA.MY.ID - Tindakan tegas diambil oleh pihak Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 6 Batam terhadap tiga siswanya yang terlibat dalam aktivitas perundungan digital melalui aplikasi pesan singkat. Ketiga pelajar tersebut dijatuhi sanksi berupa skorsing akibat melontarkan kata-kata yang tidak pantas di dalam sebuah grup percakapan terbatas. Dikutip dari Kompas.com, penanganan kasus ini mengedepankan pembinaan moral peserta didik.

Langkah pendisiplinan ini bermula setelah pihak sekolah mendapati laporan terkait obrolan dalam grup kecil tersebut yang melanggar norma kesopanan antar sesama siswa. Kasus tersebut mencuat saat ketiga murid telah menduduki kelas IX, meskipun aktivitas percakapan yang dipersoalkan sejatinya berlangsung ketika mereka masih berada di kelas VIII.

Sebagai bentuk tindak lanjut, manajemen sekolah langsung bergerak cepat untuk melakukan pemanggilan serta pemeriksaan intensif terhadap siswa yang bersangkutan. Tidak hanya para siswa, pihak sekolah juga mengundang orang tua dari masing-masing murid guna menyikapi persoalan ini secara terbuka dan bijaksana.

"Aktivitas percakapan di grup terbatas tersebut dilakukan sewaktu mereka masih berada di kelas VIII dan baru terungkap setelah mereka berada di kelas IX. Tindakan ini tidak melibatkan kontak fisik melainkan pesan tertulis di grup kecil yang berisi kalimat tidak pantas kepada teman sejawat, sehingga kami mengelompokkannya sebagai pelecehan verbal," kata Wagiyem.

Pernyataan resmi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala SMPN 6 Batam, Wagiyem, di sela-sela menghadiri kegiatan Validasi Data Tenaga Pendidik. Agenda tahunan untuk para pendidik itu berlangsung di kawasan Dataran Engku Putri, Kota Batam, pada Selasa (4/8/2026).

Dari hasil pemeriksaan, grup percakapan yang menjadi sumber masalah tersebut diketahui hanya beranggotakan tiga orang murid saja. Sebagai konsekuensi atas tindakan verbal yang dinilai merugikan rekan sekolahnya, ketiga siswa tersebut dijatuhi sanksi pembinaan serta skorsing dari aktivitas belajar formal selama tiga hari.

Pihak sekolah berharap pembinaan yang diberikan selama masa skorsing dapat memberikan efek jera serta edukasi mengenai pentingnya etika berkomunikasi di dunia digital. Langkah ini sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh peserta didik agar senantiasa menjaga keharmonisan dan saling menghormati, baik dalam interaksi langsung maupun di media sosial.

Follow timesindonesia.my.id
Follow on Google