TIMESINDONESIA.MY.ID - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara resmi melakukan peresmian gedung baru milik Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) AGN di Jawa Timur. Acara peresmian ini berlangsung khidmat dan dihadiri oleh jajaran petinggi kepolisian serta perwakilan elemen buruh.

Langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan nyata institusi Polri terhadap iklim ketenagakerjaan yang kondusif di tanah air. Dikutip dari laman resmi Humas Polri, kehadiran gedung baru diharapkan mampu menjadi pusat koordinasi yang efektif bagi para pekerja.

Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa Polri memiliki komitmen kuat untuk terus mengawal kesejahteraan buruh di seluruh Indonesia. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui hubungan industrial yang sehat.

"Kehadiran gedung ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Polri dan elemen buruh untuk bersama-sama menciptakan ruang diskusi yang produktif dalam memperjuangkan hak-hak pekerja," ujar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Selain sebagai simbol fisik, gedung ini diproyeksikan sebagai wadah strategis dalam menyelesaikan berbagai isu ketenagakerjaan secara dialogis. Polri memandang bahwa komunikasi yang baik adalah kunci utama dalam mencegah konflik industrial yang merugikan semua pihak.

"Kami berkomitmen untuk terus membuka ruang komunikasi yang seluas-luasnya agar setiap aspirasi buruh dapat tersalurkan dengan baik dan mendapatkan solusi yang berkeadilan," ujar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Dalam arahannya, Kapolri juga menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah dinamika ekonomi global yang menuntut kesiapan para pekerja. Ia berharap para buruh di Jawa Timur dapat memanfaatkan fasilitas baru ini untuk meningkatkan kapasitas organisasi dan kesejahteraan anggota.

"Mari kita jadikan momentum ini untuk mempererat kerja sama dalam menjaga iklim investasi yang sehat, sehingga pada akhirnya kesejahteraan buruh dapat meningkat secara signifikan," ujar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Peresmian ini menjadi penanda bahwa Polri tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga berperan sebagai fasilitator dalam pembangunan sosial. Sinergi lintas sektoral seperti ini dianggap krusial untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.