TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebuah inisiatif kolaboratif yang unik baru saja dilakukan di Karawang, Jawa Barat. Sepuluh warga binaan dari Lapas Kelas IIA Karawang tampak bahu-membahu bersama prajurit TNI dari Kodim 0604/Karawang untuk menggarap lahan produktif.

Kegiatan ini difokuskan pada pemanfaatan aset lahan milik Kodim 0604/Karawang yang selama ini belum tergarap optimal. Lahan tersebut kini disulap menjadi area pertanian dengan komoditas utama berupa tanaman jagung.

Dikutip dari detikcom, proses pengerjaan lahan ini berlangsung pada Kamis, 3 September 2026. Para warga binaan tersebut diberangkatkan langsung dari Lapas menuju lokasi menggunakan bus pemasyarakatan.

Setibanya di lokasi, para narapidana menunjukkan kesiapan mereka dalam bekerja. Mereka segera menempati titik-titik lahan yang telah disiapkan sebelumnya untuk memulai proses penanaman.

Teknis pengerjaan dimulai dengan melubangi barisan gundukan tanah yang sebelumnya telah melalui tahap sanitasi. Langkah ini dilakukan agar kondisi tanah siap menerima benih dengan kualitas yang baik.

Setelah lubang tanam siap, para warga binaan melanjutkan proses pemupukan sebagai penyubur tanah. Mereka menggunakan jenis pupuk urea dan NPK untuk memastikan nutrisi tanaman jagung terpenuhi dengan maksimal.

"Kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam memberikan keterampilan bercocok tanam bagi warga binaan, sekaligus memperkuat sinergi antara Lapas dan Kodim 0604/Karawang dalam pemanfaatan lahan untuk ketahanan pangan," ujar pihak terkait yang terlibat dalam program tersebut.

Program ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi melalui hasil panen jagung nantinya. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana reintegrasi sosial yang positif bagi warga binaan sebelum mereka kembali ke masyarakat.

Kolaborasi antara instansi penegak hukum dan aparat kewilayahan ini menjadi contoh nyata pemberdayaan sumber daya manusia. Melalui pendekatan ini, para warga binaan dibekali keterampilan praktis yang berguna di masa depan.