TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebuah insiden yang melibatkan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di SD Negeri 3 Sindangsari, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara. Peristiwa ini mencuat setelah beredarnya rekaman video yang memperlihatkan adanya benda asing di dalam sajian makanan siswa.

Benda yang ditemukan tersebut diduga kuat merupakan peluru senapan angin. Temuan ini terjadi saat seorang siswa kelas 5 sekolah tersebut, yang diketahui bernama Ardi, sedang menikmati menu makanan yang telah dibagikan.

Dikutip dari Kompas.com, pihak sekolah yang diwakili oleh seorang guru segera merespons temuan tersebut dengan membuat dokumentasi video. Langkah ini diambil sebagai bentuk keprihatinan atas standar keamanan pangan yang disediakan oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat.

Dalam video yang beredar luas, guru tersebut menunjukkan benda menyerupai peluru sambil menyampaikan kekecewaannya. Ia mempertanyakan sistem pengawasan kualitas makanan yang diproduksi oleh pihak pengelola dapur MBG Sindangsari.

"Ini murid saya kelas 5, Ardi, menemukan satu buah peluru senapan angin di dalam daging," ujar guru tersebut dalam rekaman video.

Guru tersebut juga menekankan pentingnya pertanggungjawaban dari pihak pengelola dapur terkait keamanan makanan. Ia menuntut penjelasan mengenai bagaimana benda berbahaya tersebut bisa tercampur ke dalam menu yang dikonsumsi oleh anak-anak.

"Ini peluru senapan angin di dalam daging dari dapur MBG Sindangsari. Saya minta pertanggungjawaban yang punya dapur MBG," kata guru tersebut.

Menyikapi viralnya kejadian ini, pihak pengelola dapur MBG Sindangsari dikabarkan telah menerima sanksi berupa penangguhan operasional atau suspend. Langkah ini diambil untuk memastikan proses investigasi berjalan guna menjaga standar keamanan program MBG ke depannya.

Hingga saat ini, pihak sekolah dan otoritas terkait terus memantau situasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Pengawasan terhadap proses pengolahan bahan pangan di dapur umum diharapkan dapat ditingkatkan demi kesehatan siswa.