TIMESINDONESIA.MY.ID - Selama 15 tahun masa kepemimpinan Tim Cook, Apple telah bertransformasi dari sekadar perusahaan teknologi menjadi pemain kunci dalam industri hiburan global. Perusahaan ini kini berhasil menyatukan perangkat keras dengan ekosistem konten kreatif yang menyentuh berbagai aspek kehidupan pengguna.

Perjalanan ini bermula saat Apple mulai menggunakan pendekatan cerita dalam pemasaran produknya, seperti iklan 'Misunderstood' pada 2013 yang memenangkan Emmy Awards. Langkah ini membuktikan bahwa Apple mampu menggunakan bahasa sinematik untuk menciptakan ikatan emosional dengan konsumen di luar spesifikasi teknis perangkat.

Dikutip dari tulisan opini Hani Nur Fajrina, Apple menyadari bahwa teknologi bukan satu-satunya alasan orang membeli produk mereka. "Orang mungkin membeli teknologi karena spesifikasinya, tetapi mereka bisa jatuh cinta karena cerita," ujar Hani Nur Fajrina.

Hubungan Apple dengan dunia hiburan semakin erat ketika mereka berinteraksi dengan figur budaya populer, termasuk musisi Taylor Swift pada 2015. Perselisihan mengenai kebijakan royalti di Apple Music justru membuka ruang diskusi yang mengubah cara perusahaan menjalankan bisnis musiknya.

Keterlibatan Apple dalam dunia hiburan kian nyata saat Tim Cook tampil dalam acara Carpool Karaoke bersama James Corden pada 2016. Momen tersebut menjadi simbolis bagi transisi Apple yang tidak hanya menyediakan perangkat, tetapi juga turut memproduksi konten hiburan bagi penggunanya.

Kehadiran sineas papan atas seperti Spike Jonze dan Damien Chazelle dalam berbagai kampanye produk juga mempertegas posisi Apple sebagai pendukung kreativitas. Melalui proyek seperti 'The Stunt Double', Apple menunjukkan bahwa iPhone mampu menjadi alat produksi film yang mumpuni bagi para kreator profesional.

Puncak ambisi Apple di industri kreatif terjadi pada 2019 dengan peluncuran Apple TV+. Perusahaan ini berhasil mengumpulkan deretan sineas dan aktor ternama untuk mengisi platform streaming mereka dengan konten orisinal yang berbobot.

Dikutip dari tulisan opini Hani Nur Fajrina, Apple menegaskan ambisi mereka saat memperkenalkan layanan tersebut. "Perusahaan yang selama ini membuat perangkat untuk menikmati konten kini ingin menjadi perusahaan yang membuat kontennya sendiri," kata Hani Nur Fajrina.

Validasi atas keseriusan Apple di Hollywood terwujud pada Academy Awards 2022 ketika film 'CODA' memenangkan kategori Best Picture. Pencapaian ini menobatkan Apple sebagai layanan streaming pertama yang meraih penghargaan paling bergengsi di industri film tersebut.