TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebuah insiden mengejutkan terjadi di lingkungan kampus Universitas Brawijaya (UB), Malang. Seorang mahasiswa kedokteran dilaporkan terjatuh dari lantai 6 gedung perkuliahan pada saat jam operasional kampus berlangsung.

Peristiwa ini segera menarik perhatian pihak internal universitas dan kepolisian setempat. Korban yang mengalami luka-luka akibat kejadian tersebut langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Dikutip dari Detik.com, pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mendalami kronologi pasti di balik peristiwa tersebut. Hingga saat ini, pihak berwenang masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi mata yang berada di lokasi.

"Saat ini korban sedang mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit setelah kejadian tersebut," ujar Kapolsek Lowokwaru, AKP Anton Widodo.

Pihak Universitas Brawijaya melalui humasnya juga telah memberikan pernyataan resmi terkait insiden yang menimpa salah satu mahasiswanya. Kampus berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh bagi proses pemulihan mahasiswa yang bersangkutan.

"Kami sedang mendampingi keluarga dan memastikan korban mendapatkan penanganan medis terbaik," kata Humas Universitas Brawijaya, Kotok Guritno.

Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi civitas akademika mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental di lingkungan pendidikan tinggi. Stres akademik yang tinggi seringkali memerlukan pendampingan yang tepat agar mahasiswa dapat melalui masa studinya dengan baik.

Sebagai langkah preventif, pihak kampus diharapkan dapat memperkuat layanan konseling bagi para mahasiswa. Dukungan sosial dari rekan sejawat dan keluarga juga memegang peranan krusial dalam menciptakan lingkungan belajar yang suportif.

Bagi mahasiswa yang merasakan tekanan berlebih, sangat disarankan untuk segera menghubungi layanan kesehatan mental atau unit pendampingan mahasiswa yang tersedia. Mengutamakan kesejahteraan diri adalah langkah bijak yang harus diprioritaskan sebelum mengejar prestasi akademik.