TIMESINDONESIA.MY.ID - Puluhan warga Desa Sampok, Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, secara serentak melakukan aksi penutupan akses Tempat Pembuangan Sementara (TPS) pada Rabu (9/9/2026). Langkah ini diambil sebagai bentuk protes atas kondisi TPS yang dinilai sudah tidak layak dan mengganggu kenyamanan warga setempat.
Dikutip dari Kompas.com, aksi protes tersebut berlangsung pada Rabu siang. Massa yang hadir tampak berkerumun di sekitar lokasi TPS untuk memastikan aspirasi mereka tersampaikan secara langsung.
Tindakan blokade dilakukan dengan menutup akses keluar masuk bagi armada pengangkut sampah yang beroperasi di wilayah tersebut. Akibatnya, sejumlah truk sampah terpaksa berhenti dan tidak dapat melanjutkan aktivitas pembuangan sampah ke lokasi itu.
Selain menutup akses jalan, warga juga membentangkan sejumlah spanduk bernada protes di sepanjang Jalan Poros Desa Sampok. Spanduk tersebut memuat keresahan masyarakat terkait dampak negatif dari keberadaan TPS yang berada tepat di jalur utama desa.
Warga menilai bahwa keberadaan TPS tersebut telah menimbulkan dampak lingkungan yang meresahkan kenyamanan warga sekitar. Mereka berharap pemerintah daerah segera memberikan solusi permanen agar lingkungan tempat tinggal mereka kembali bersih dan nyaman.
"Kondisi TPS ini sudah sangat mengganggu kenyamanan kami dan lingkungan sekitar," ujar perwakilan warga Desa Sampok.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan lebih lanjut dari pihak pengelola sampah maupun pemerintah setempat mengenai tindak lanjut atas aksi blokade tersebut. Situasi di lokasi terpantau kondusif meski akses jalan masih tertutup oleh massa aksi.
Dikutip dari Kompas.com, aksi ini mencerminkan tingginya kepedulian warga Desa Sampok terhadap kebersihan lingkungan di wilayah mereka. Diharapkan dialog antara warga dan pihak terkait dapat segera terjalin untuk mencari jalan keluar terbaik bagi seluruh pihak.