TIMESINDONESIA.MY.ID - Gunung Ile Lewotolok yang terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang cukup signifikan pada hari ini. Peristiwa alam ini ditandai dengan munculnya kolom abu tebal yang membubung tinggi ke angkasa.
Berdasarkan pengamatan petugas di lapangan, erupsi tersebut menghasilkan kolom asap berwarna kelabu dengan intensitas tebal yang mengarah ke bagian barat. Kolom abu ini teramati mencapai ketinggian sekitar 600 meter di atas puncak kawah.
Dikutip dari Detik.com, aktivitas vulkanik ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat yang bermukim di sekitar lereng gunung. Pihak berwenang terus memantau perkembangan situasi untuk memastikan keamanan warga tetap terjaga.
"Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 32,5 milimeter dan durasi kurang lebih 58 detik," ujar Stanislaus Ara Kian.
Seluruh pihak yang berada di zona bahaya diminta untuk selalu mengikuti arahan dari otoritas terkait. Hal ini penting guna meminimalisir risiko kesehatan akibat paparan abu vulkanik yang mungkin terbawa angin.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius yang telah ditetapkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Kesadaran kolektif untuk tetap berada di zona aman sangat diharapkan dalam situasi seperti ini.
"Masyarakat di sekitar Gunung Ile Lewotolok maupun pengunjung atau pendaki tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan aktivitas di dalam wilayah radius dua kilometer dari pusat aktivitas gunung," kata Stanislaus Ara Kian.
Selain pembatasan radius, warga juga diminta untuk menggunakan masker atau pelindung pernapasan saat beraktivitas di luar ruangan. Langkah preventif ini sangat krusial untuk melindungi saluran pernapasan dari ancaman abu vulkanik.
Hingga saat ini, status Gunung Ile Lewotolok masih berada dalam pengawasan ketat oleh tim geologi. Pembaruan informasi akan terus disampaikan secara berkala agar masyarakat mendapatkan data yang akurat dan terpercaya.