TIMESINDONESIA.MY.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten baru saja memberikan keterangan resmi terkait aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang menghadapi fenomena getaran yang timbul akibat erupsi gunung tersebut.
Peristiwa erupsi ini diketahui telah memicu getaran yang dirasakan oleh warga sekitar sejak Sabtu (5/9/2026) tengah malam. Fenomena alam ini menjadi perhatian utama pihak berwenang guna memastikan keamanan masyarakat di wilayah terdampak.
Dikutip dari informasi yang dihimpun, getaran tersebut diprediksi masih akan terus berlangsung hingga siang hari ini. Pihak BPBD Provinsi Banten terus memantau perkembangan situasi di lapangan secara intensif.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten, Nana Suryana, menjelaskan bahwa getaran yang terjadi merupakan dampak langsung dari proses erupsi. Fenomena ini dipicu secara spesifik oleh adanya keluarnya lava dari kawah gunung.
"Kalau lava cair begitu, nanti getaran bisa berjalan sekitar 12 jam. Nah, kalau yang agak padat, bisa 3 sampai 4 jam sudah selesai," ujar Nana Suryana.
Nana Suryana menambahkan bahwa durasi getaran sangat bergantung pada karakteristik material yang dikeluarkan oleh gunung. Pihaknya telah melakukan analisis teknis untuk memprediksi durasi fenomena tersebut.
Oleh karena itu, estimasi waktu 12 jam sejak awal erupsi menjadi acuan bagi petugas dalam memitigasi dampak di wilayah Banten. Masyarakat diminta untuk selalu mengikuti arahan dari otoritas terkait selama periode getaran berlangsung.
Kondisi geologis di sekitar Selat Sunda memang memerlukan kewaspadaan tinggi dari berbagai pihak. Pemerintah daerah terus berupaya memberikan informasi yang akurat agar tidak muncul keresahan di tengah warga.
Dikutip dari keterangan resmi tersebut, koordinasi antar instansi terus diperkuat demi memastikan keselamatan warga. Langkah mitigasi ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam melindungi masyarakat dari potensi risiko erupsi.