TIMESINDONESIA.MY.ID - Lima dekade pasca didirikan pada tahun 1975, kelompok musik qasidah Nasida Ria terus menunjukkan eksistensinya yang luar biasa di kancah musik Indonesia. Hingga kini, mereka berhasil menjangkau dan menyentuh hati pendengar dari berbagai lapisan usia dan generasi.
Berbasis di Semarang, Jawa Tengah, Nasida Ria tidak hanya setia mempertahankan akar musik bernuansa Islami yang menjadi ciri khasnya. Lebih dari itu, kelompok ini secara konsisten menyampaikan pesan-pesan moral dan sosial yang relevan melalui setiap lantunan lagu mereka.
Salah satu karya monumental yang begitu lekat di ingatan masyarakat Indonesia adalah lagu berjudul "Perdamaian". Lagu yang sarat makna ini masih kerap diperdengarkan dan dinyanyikan oleh banyak orang, meskipun sudah puluhan tahun berlalu sejak pertama kali diperkenalkan kepada publik.
Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, lagu-lagu yang dibawakan oleh Nasida Ria bukan sekadar rangkaian nada dan lirik. Karya-karya mereka telah menjadi bagian tak terpisahkan dari memori kolektif, mulai dari menemani aktivitas sehari-hari melalui siaran radio, menggema dari pengeras suara musala, hingga menjadi latar suara harmonis dalam kehangatan keluarga di rumah.
"Lima dekade setelah berdiri pada 1975, kelompok musik qasidah Nasida Ria masih bertahan dan menjangkau pendengar dari berbagai generasi," demikian kutipan yang menjelaskan ketahanan grup musik ini.
"Dari Semarang, kelompok ini mempertahankan musik bernuansa Islami sekaligus menyampaikan pesan moral dan sosial melalui lagu," lanjut kutipan tersebut, menegaskan identitas dan misi Nasida Ria.
"Salah satu karya yang paling melekat di ingatan masyarakat adalah 'Perdamaian'," demikian pernyataan yang menyoroti lagu ikonik mereka.
"Lagu tersebut masih kerap diputar dan dinyanyikan hingga kini, meski telah puluhan tahun berlalu sejak pertama kali diperkenalkan," tambah kutipan tersebut, menggarisbawahi popularitas abadi lagu "Perdamaian".
"Bagi sebagian masyarakat Indonesia, lagu-lagu Nasida Ria tidak sekadar menjadi karya musik," demikian kutipan yang menggambarkan dampak mendalam karya mereka.