TIMESINDONESIA.MY.ID - Kualitas air bersih yang diproduksi oleh Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Khatulistiwa di sejumlah wilayah Kota Pontianak, Kalimantan Barat, dilaporkan mengalami perubahan rasa menjadi asin atau payau.

Kondisi ini berdampak langsung pada kenyamanan ratusan ribu pelanggan PDAM yang mengandalkan pasokan air bersih dari perusahaan daerah tersebut.

Penyebab utama dari fenomena air asin ini adalah meningkatnya kadar garam pada air baku utama PDAM, yaitu Sungai Kapuas.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menjelaskan bahwa rasa asin pada air PDAM paling terasa pada periode malam hingga dini hari.

"Air menjadi lebih asin terutama pada malam hingga dini hari, ketika air laut masuk ke Sungai Kapuas akibat pasang," terang Edi Rusdi Kamtono.

Fenomena ini diperparah oleh minimnya curah hujan yang terjadi di wilayah hulu Sungai Kapuas.

Kondisi tersebut mengakibatkan debit dan tekanan air yang berasal dari hulu sungai menjadi melemah.

Hal ini mempermudah air laut untuk bergerak masuk lebih jauh ke dalam aliran Sungai Kapuas.

"Karena di hulu tidak hujan, tekanan dari hulu itu mengecil sehingga air pasang ini, air laut, masuk," ujar Edi Rusdi Kamtono pada Jumat, 14 Agustus 2026.