TIMESINDONESIA.MY.ID - Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) terkait insiden terbakarnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Putri Yasmin di Selat Lombok secara resmi diakhiri pada Rabu (19/8/2026).

Pencarian yang telah berlangsung selama delapan hari tersebut belum membuahkan hasil mengenai keberadaan empat orang penumpang yang dilaporkan hilang.

Keempat individu yang masih dalam status hilang tersebut adalah Yasir Arafat, Selvina Rambu Mayi, I Made Sutarjana, dan Slamet Yulianto.

Peristiwa tragis ini bermula ketika tim SAR menerima laporan mengenai kebakaran KMP Putri Yasmin pada Selasa (12/8/2026).

KMP Putri Yasmin diketahui sedang dalam pelayaran dengan rute dari Pelabuhan Padang Bai, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, saat insiden itu terjadi.

Secara keseluruhan, sebanyak 212 korban berhasil dievakuasi ke dermaga Pelabuhan Lembar, namun satu di antaranya dilaporkan meninggal dunia.

"Hingga pencarian hari kedelapan, belum ada tanda-tanda ditemukannya empat orang korban KMP Putri Yasmin yang dinyatakan hilang," demikian pernyataan yang disampaikan terkait perkembangan operasi SAR.

Keempat korban hilang atas nama Yasir Arafat, Selvina Rambu Mayi, I Made Sutarjana dan Slamet Yulianto, menjadi fokus utama dalam upaya pencarian yang intensif.

Operasi SAR terbakarnya KMP Putri Yasmin dengan rute penyeberangan Padang Bai, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, digelar sejak tim SAR menerima informasi insiden kebakaran pada Selasa (12/8/2026).