TIMESINDONESIA.MY.ID - Jembatan yang menjadi urat nadi penghubung antara Kampung Tanjung Ratu Ilir dan Kampung Purnama Tunggal di Kecamatan Way Pengubuan, Kabupaten Lampung Tengah, dilaporkan telah putus. Peristiwa ini terjadi pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Kondisi terputusnya jembatan ini berdampak signifikan terhadap berbagai aktivitas masyarakat di kedua kampung tersebut. Mulai dari kelancaran perjalanan para pelajar yang menuntut ilmu, hingga mobilitas para buruh pabrik yang bekerja.
Selain itu, terputusnya jembatan sepanjang kurang lebih 65 meter dan lebar 2,5 meter ini juga sangat mengganggu pelayanan kesehatan bagi warga. Akses cepat menuju fasilitas kesehatan menjadi terhambat.
Aktivitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purnama Tunggal juga mengalami gangguan serius akibat insiden ini. Ketersediaan dan distribusi logistik untuk program gizi menjadi tantangan baru.
Kapolres Lampung Tengah, AKBP Charles Pandapotan Tampubolon, menekankan betapa krusialnya peran jembatan tersebut bagi kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.
"Jembatan ini akses penting bagi aktivitas masyarakat setempat," ujar AKBP Charles Pandapotan Tampubolon dalam keterangan persnya.
Jembatan yang usianya sudah mencapai lebih dari setengah abad ini, dibangun pada tahun 1973. Usia yang sudah tua menjadi salah satu faktor yang mungkin berkontribusi pada kondisi kerusakannya.
Putusnya jembatan ini tentu menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana solusi darurat dan jangka panjang akan diterapkan untuk memulihkan akses vital ini, demi kelancaran aktivitas warga dan layanan publik.
Dikutip dari Kompas.com.