TIMESINDONESIA.MY.ID - Rentetan aktivitas erupsi yang terjadi di Gunung Anak Krakatau (GAK) baru-baru ini telah memicu rasa penasaran di kalangan masyarakat luas.

Pertanyaan pun muncul, apakah rangkaian kejadian alam ini memiliki keterkaitan dengan gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT)?

Selain itu, banyak yang juga bertanya-tanya apakah aktivitas GAK ini berhubungan dengan posisi geografis Indonesia yang terletak di kawasan Cincin Api Pasifik.

Menjawab keraguan tersebut, petugas Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau yang berlokasi di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Andi Suwardi, memberikan penjelasan.

Andi Suwardi secara tegas membantah adanya kaitan antara erupsi GAK dengan gempa bumi di NTT maupun posisi Indonesia di Cincin Api Pasifik.

"Tidak ada kaitannya. Sebelum NTT juga Krakatau sudah aktif. Ini karena aktivitas Krakatau memang sedang meningkat," ujar Andi Suwardi.

Penjelasan ini menegaskan bahwa peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau merupakan fenomena alam yang berdiri sendiri.

"Fenomena ini terjadi karena aktivitas Gunung Anak Krakatau memang sedang mengalami peningkatan yang signifikan," kata Andi Suwardi.

Hal ini menunjukkan bahwa badan vulkanik tersebut tengah berada dalam fase aktif.