TIMESINDONESIA.MY.ID - Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya pada Minggu pagi, 16 Agustus 2026. Fenomena alam ini kembali menarik perhatian setelah beberapa pekan terakhir aktivitasnya terus dipantau secara intensif.
Letusan terjadi pada pukul 09.12 WIB, menandai kembalinya aktivitas eksplosif dari gunung api yang terletak di perairan Selat Sunda tersebut. Kolom abu yang dimuntahkan teramati membubung hingga ketinggian 200 meter di atas puncak gunung.
Kolom letusan tersebut memiliki warna kelabu hingga hitam pekat dengan intensitas sedang hingga tebal. Arah pergerakan kolom abu dilaporkan mengarah ke barat daya serta barat, sesuai dengan laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang diterima.
Peristiwa erupsi ini terekam dengan jelas pada seismograf. Amplitudo maksimum yang tercatat mencapai 43 milimeter, dengan durasi letusan berlangsung selama 59 detik.
Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau, Andi Suwardi, menyatakan bahwa erupsi yang terjadi pada pagi itu masih dalam tahap pemantauan ketat. Seluruh parameter vulkanik akan terus dievaluasi secara berkala oleh timnya.
"Erupsi yang terjadi pagi ini masih kami pantau dan seluruh parameter akan terus dievaluasi," ujar Andi Suwardi, Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan.
Andi Suwardi juga menekankan sifat aktivitas Gunung Anak Krakatau yang cenderung fluktuatif. Perubahan aktivitas ini merupakan hal yang wajar bagi gunung api aktif.
"Aktivitas Gunung Anak Krakatau memang bersifat fluktuatif," tambahnya.
Dikutip dari Kompas.com, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau terus dipantau secara cermat oleh para ahli vulkanologi.