TIMESINDONESIA.MY.ID - Dikutip dari Kompas.com, aktivitas vulkanik kembali terdeteksi di kawasan perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan. Gunung Anak Krakatau (GAK) tercatat mengalami erupsi pada Sabtu (22/8/2026) siang.
Berdasarkan pengamatan visual, semburan kolom abu teramati membubung hingga ketinggian sekitar 400 meter di atas puncak kawah. Hembusan material vulkanik tersebut terpantau mengarah ke bagian barat daya.
Pihak MAGMA Indonesia mengonfirmasi bahwa letusan gunung api tersebut terjadi tepat pada pukul 11.57 WIB. Informasi ini dihimpun secara berkala melalui stasiun pemantauan terpadu.
"Kolom abu vulkanik teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal yang bergerak ke arah barat daya," terang petugas MAGMA Indonesia.
Dari aspek kegempaan, erupsi tersebut terekam dengan jelas melalui perangkat seismograf di pos pengamatan. Rekaman seismik menunjukkan amplitudo maksimum mencapai angka 55 milimeter saat getaran berlangsung.
Aktivitas erupsi itu terjadi dalam durasi 139 detik atau sekitar 2 menit 19 detik. Pengukuran durasi ini penting untuk memantau dinamika pelepasan energi dari dalam kawah.
Sementara itu, pada periode pemantauan pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, visual kawasan gunung terpantau bervariasi mulai dari terlihat jelas hingga tertutup kabut tebal. Kondisi cuaca lokal sangat memengaruhi tingkat kejernihan pandangan ke arah puncak.
Masyarakat maupun wisatawan di sekitar wilayah perairan diimbau untuk tetap tenang serta terus mematuhi rekomendasi zona aman yang telah ditetapkan oleh pihak berwenang.