TIMESINDONESIA.MY.ID - Kematian tragis seekor penyu hijau (Chelonia mydas) di kawasan pesisir Pulau Balikukup, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, menarik perhatian serius dari lembaga pemerhati lingkungan Global Conservation. Peristiwa ini dinilai memicu kekhawatiran baru terkait kelestarian satwa laut yang dilindungi di wilayah tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, induk penyu betina tersebut ditemukan sudah tidak bernyawa dengan kondisi fisik yang sangat mengenaskan pada Minggu (2/8/2026). Bagian perut dari satwa langka tersebut tampak dibedah secara sengaja oleh pihak yang hingga kini belum diketahui identitasnya.

Dikutip dari Kompas.com, penemuan ini langsung memicu reaksi dari berbagai pihak yang peduli terhadap pelestarian biota laut di Kalimantan Timur. Peristiwa tersebut dinilai bukan sekadar kasus tindak kejahatan terhadap satwa liar, melainkan ancaman nyata bagi populasi penyu di kawasan pesisir.

"Insiden pembantaian terhadap penyu ini bukanlah sebuah kondisi yang dapat dianggap sebagai hal yang biasa," kata Perwakilan Global Conservation Kaltim, Zenobia.

Kematian satwa ini memberikan dampak jangka panjang yang cukup signifikan bagi keberlangsungan populasi penyu hijau di perairan Berau. Setiap individu yang hilang akan secara langsung mengurangi potensi regenerasi spesies yang keberadaannya kian terancam.

"Hilangnya satu individu penyu betina dewasa merupakan sebuah kehilangan yang sangat besar bagi ekosistem," ujar Zenobia.

Kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan mengingat karakteristik biologis penyu betina yang membutuhkan proses tumbuh kembang cukup lama. Kehilangan induk penyu yang siap bertelur secara otomatis memutus rantai keturunan yang sangat berharga bagi kelautan Indonesia.

"Penyu memiliki siklus hidup yang panjang dan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mencapai usia reproduktif," tutur Zenobia.

Maka dari itu, pengawasan di wilayah perairan pesisir Pulau Balikukup perlu terus diperketat agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Kerjasama antara pihak berwenang dan masyarakat lokal menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan habitat penyu dari ancaman pemburu liar.