TIMESINDONESIA.MY.ID - Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi baru-baru ini mendorong Pemerintah Provinsi Banten untuk mengambil langkah cepat demi melindungi kesehatan masyarakat. Upaya mitigasi dilakukan sebagai respons atas sebaran abu vulkanik yang mulai berdampak ke sejumlah wilayah di sekitar lokasi bencana.

Dikutip dari Kompas.com, Gubernur Banten, Andra Soni, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan sebanyak 5.000 boks masker. Bantuan ini ditujukan bagi warga yang berada di kawasan terdampak erupsi agar terhindar dari gangguan pernapasan akibat abu.

"Sekarang lima ribu boks masker kami distribusikan melalui dinas kesehatan ke wilayah prioritas lalu diberikan kepada masyarakat secara gratis," kata Andra Soni.

Proses distribusi bantuan tersebut dilakukan secara sistematis melalui Dinas Kesehatan setempat. Wilayah yang dianggap paling terdampak menjadi prioritas utama dalam penyaluran logistik kesehatan ini.

Gubernur Banten menjelaskan bahwa penggunaan masker sangat krusial bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir risiko kesehatan yang muncul akibat paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

"Kurangi aktivitas di luar rumah dan mohon menggunakan masker karena saat ini terjadi sebaran abu vulkanik," ujar Andra Soni.

Selain pembagian masker, pemerintah daerah juga memastikan kesiapan langkah mitigasi bencana secara menyeluruh. Hal ini mencakup kesiapan hingga tingkat desa agar masyarakat tetap waspada terhadap perkembangan aktivitas gunung api tersebut.

Pemerintah Provinsi Banten telah memetakan jalur evakuasi yang aman bagi warga. Selain itu, titik lokasi pengungsian juga sudah disiapkan sebagai antisipasi jika situasi mengharuskan masyarakat untuk mengungsi sewaktu-waktu.

Langkah mitigasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memberikan rasa aman kepada warga di sekitar area terdampak. Koordinasi antarinstansi terus diperkuat untuk memastikan respons cepat jika terjadi perubahan status aktivitas vulkanik.