TIMESINDONESIA.MY.ID - Puluhan fasilitas kesehatan di Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaporkan mengalami dampak signifikan setelah gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut. Kerusakan ini mengancam kelancaran pelayanan kesehatan bagi masyarakat di berbagai daerah terdampak.
Gempa yang berpusat di laut Flores, NTT, pada hari Selasa, 14 Desember 2021, telah menimbulkan kekhawatiran luas. Guncangan kuat ini dirasakan hingga ke berbagai provinsi tetangga, namun dampak terberat terjadi di daratan NTT.
Secara total, sebanyak 21 rumah sakit dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa tersebut. Angka ini menunjukkan skala kerusakan yang cukup besar pada infrastruktur kesehatan yang vital bagi penanganan medis.
Selain rumah sakit, 190 Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) juga teridentifikasi terdampak. Kerusakan pada puskesmas ini berpotensi memperlambat atau bahkan menghentikan sementara akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dasar.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto membenarkan adanya kerusakan pada sejumlah fasilitas kesehatan tersebut. Pernyataan ini disampaikan untuk memberikan gambaran terkini mengenai situasi pasca-gempa.
"Data sementara yang kami himpun, sedikitnya 21 rumah sakit dan 190 puskesmas terdampak gempa," ujar Letjen TNI Suharyanto. Pernyataan ini menegaskan urgensi penanganan dan pemulihan fasilitas kesehatan.
Penyebab utama kerusakan ini adalah intensitas guncangan gempa yang sangat kuat. Gempa bumi M7,7 yang terjadi pada Selasa (14/12/2021) itu memiliki kedalaman yang cukup dangkal, sehingga energi yang dilepaskan terasa sangat dahsyat di permukaan.
Peristiwa alam ini terjadi pada tanggal 14 Desember 2021, sebuah momen yang akan terus diingat oleh masyarakat NTT. Waktu kejadian yang relatif pagi hari juga menjadi perhatian dalam upaya evakuasi dan penanganan awal.
Upaya penanganan darurat dan pendataan kerusakan masih terus dilakukan oleh berbagai pihak terkait. Fokus utama saat ini adalah memastikan keselamatan warga dan memulihkan akses layanan kesehatan secepat mungkin.