TIMESINDONESIA.MY.ID - Aksi simbolis dilakukan warga Krayan, Nunukan, Kalimantan Utara, pada Senin (17/8/2026) dengan mengibarkan Bendera Dayak Borneo di tengah kondisi jalan yang memprihatinkan. Pengibaran ini berlangsung di area jalan rusak yang menghubungkan Krayan Induk dan Krayan Selatan.
Bendera berwarna merah, kuning, dan biru tersebut dikibarkan tepat di bawah Sang Merah Putih. Tujuannya adalah untuk menarik perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi infrastruktur yang dialami oleh masyarakat di wilayah perbatasan negara.
Inisiator dari aksi pengibaran bendera ini, Martinus, menjelaskan makna mendalam di balik penggunaan Bendera Dayak Borneo. Baginya, bendera tersebut merepresentasikan ketulusan budaya, keadaban, serta nilai-nilai kemanusiaan yang dijunjung tinggi oleh Suku Dayak Kalimantan.
"Bendera itu dibentangkan dan dikibarkan agar pemerintah RI melihat kondisi warga Krayan," ujar Martinus, saat dihubungi lebih lanjut.
Ia menekankan bahwa pengibaran bendera ini merupakan upaya agar aspirasi warga perbatasan dapat didengar dan direspons oleh pihak berwenang.
"Sampai hari ini, jalanan Krayan masih merupakan masalah utama dalam kemajuan dan kesejahteraan masyarakat yang selama ini menjaga perbatasan negara," ujar Martinus, mengungkapkan keprihatinan mendalamnya.
Kondisi jalan yang rusak parah ini menjadi sorotan utama warga Krayan. Mereka merasa aspirasi dan kebutuhan mendasar mereka, terutama terkait infrastruktur, belum mendapatkan perhatian yang memadai.
Situasi ini menjadi pengingat pentingnya pembangunan yang merata hingga ke wilayah-wilayah terluar Indonesia. Perhatian pemerintah diharapkan dapat segera tercurah untuk memperbaiki jalan di Krayan demi kesejahteraan masyarakatnya.
Dikutip dari Kompas.com, aksi ini dilakukan dengan harapan dapat mendorong percepatan perbaikan jalan dan peningkatan kualitas hidup warga Krayan.