TIMESINDONESIA.MY.ID - Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, menunjukkan perhatian serius terhadap kasus perundungan yang menimpa seorang pelajar kelas X di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Kunjungan ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah daerah.
Peristiwa yang dialami oleh korban berinisial K (16) ini diduga dilakukan oleh kakak kelasnya. Bupati Lilis Nuryani secara langsung mendatangi kediaman korban untuk memberikan dukungan moril.
Kunjungan bupati dilaksanakan pada hari Minggu, 16 Agustus 2026. Tujuan utama dari kunjungan ini adalah untuk memastikan kondisi K, baik secara fisik maupun psikologis, pasca-mengalami dugaan kekerasan.
Dalam lawatannya, Bupati Lilis Nuryani didampingi oleh sejumlah pejabat penting dari dinas terkait. Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kebumen, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).
Turut serta pula Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Kebumen. Kehadiran mereka menunjukkan sinergi lintas sektor dalam penanganan kasus ini.
Rombongan disambut hangat oleh keluarga korban yang tengah berduka. Selain itu, pertemuan juga dihadiri oleh kepala desa setempat, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta perwakilan dari pihak sekolah tempat korban menimba ilmu.
"Bupati Kebumen Lilis Nuryani mengunjungi kediaman K (16), pelajar kelas X salah satu SMK di Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, yang menjadi korban dugaan perundungan oleh kakak kelasnya," demikian dikutip dari Kompas.com.
"Kunjungan tersebut dilakukan pada Minggu (16/8/2026) sebagai bentuk perhatian dan dukungan pemerintah daerah kepada korban," lanjut keterangan tersebut, menyoroti tujuan mulia dari kedatangan orang nomor satu di Kebumen.
Dikutip dari sumber yang sama, Bupati Lilis Nuryani tidak hanya ingin memastikan kondisi fisik korban, namun juga sangat memperhatikan aspek psikologis. Hal ini penting untuk pemulihan pasca-trauma.