TIMESINDONESIA.MY.ID - Wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) kini menjadi fokus utama penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pihak kepolisian setempat terus berupaya melakukan mitigasi untuk meminimalisir dampak kerusakan lingkungan.
Dikutip dari Sumsel Update, jajaran Polres OKI telah berhasil memadamkan titik api yang membakar lahan seluas 45,6 hektare. Tindakan cepat ini dilakukan guna memastikan api tidak merembet ke pemukiman warga maupun kawasan hutan lindung.
Langkah preventif yang diambil kepolisian meliputi peningkatan frekuensi patroli di wilayah-wilayah yang dinilai rawan terjadi kebakaran. Strategi ini diharapkan dapat memutus rantai pembukaan lahan dengan cara membakar yang sering memicu bencana asap.
"Kami terus meningkatkan intensitas patroli di lokasi-lokasi yang memiliki risiko tinggi kebakaran lahan," ujar Kapolres OKI, AKBP Hendrawan Susanto.
Selain melakukan pemadaman, pihak kepolisian juga gencar memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar. Sosialisasi mengenai bahaya karhutla dan sanksi hukum bagi pelaku pembakaran menjadi prioritas dalam kegiatan lapangan.
"Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar karena hal itu melanggar aturan," kata AKBP Hendrawan Susanto.
Untuk mengoptimalkan pengawasan, Polres OKI juga bersinergi dengan berbagai pihak terkait di lapangan. Koordinasi lintas sektoral ini menjadi kunci agar setiap titik panas yang terdeteksi dapat segera ditindaklanjuti dengan cepat.
Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Polres OKI dalam mendukung kebijakan pemerintah terkait penanggulangan karhutla. Keamanan dan kenyamanan masyarakat tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tindakan operasional di lapangan.
Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan kepada aparat jika melihat adanya titik api di sekitar tempat tinggal. Partisipasi aktif warga sangat membantu petugas dalam merespons situasi darurat secara efisien dan tepat sasaran.