TIMESINDONESIA.MY.ID - Di Desa Sijeruk, Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, sore hari yang seharusnya diisi dengan keceriaan bermain, dulunya seringkali dihabiskan di pinggir jalan raya.

Anak-anak desa ini memiliki kegemaran unik, yaitu menunggu bus melintas dengan harapan mendengar suara klakson "telolet" yang khas.

Semakin banyak bus yang lewat dengan suara yang riuh, semakin betah pula mereka berlama-lama di tepi jalan yang ramai lalu lintas.

Fenomena ini menimbulkan rasa cemas mendalam bagi Saiful Muhajirin (44), seorang warga setempat.

Ia merasa prihatin melihat potensi bahaya yang mengintai anak-anak saat mereka asyik mencari hiburan di dekat jalan raya yang berbahaya.

Kekhawatiran tersebut kemudian berbuah gagasan sederhana namun brilian untuk menciptakan alternatif kegiatan yang lebih aman dan bermanfaat.

"Saya tidak ingin kegembiraan anak-anak dalam menunggu 'telolet' berubah menjadi petaka karena bermain terlalu dekat dengan lalu lintas," ungkap Saiful Muhajirin, menjelaskan akar motivasinya.

Dari keresahan tersebut, muncul sebuah gagasan yang kemudian diwujudkan menjadi sebuah tempat yang edukatif dan aman bagi anak-anak.

Inisiatif ini kemudian berkembang menjadi pembentukan sebuah kebun baca yang diberi nama Sijeruk.