TIMESINDONESIA.MY.ID - Perasaan iri, yang kerap kali dianggap negatif, justru menjadi pemantik semangat bagi Misra’i untuk membawa perubahan di kampungnya. Ia melihat potensi yang tersembunyi di balik kondisi yang ada.

Perasaan itulah yang kemudian mendorong Misra’i untuk menggerakkan warga Dharma Putra Dalam, Kelurahan Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak Utara, Kalimantan Barat. Mereka bersama-sama bertekad mengubah kampung yang dulu dianggap tertinggal menjadi sebuah kawasan yang kini dikenal sebagai Kampung Gambut.

Kini, Kampung Gambut tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga telah menjelma menjadi sebuah ruang belajar pertanian dan lingkungan yang mulai menarik perhatian. Transformasi ini menjadi bukti nyata kekuatan gotong royong dan visi yang sama.

Rutinitas pagi Misra’i tak lagi hanya sebatas bertani. Tangannya yang akrab dengan tanah gambut, bedengan sayuran, cangkul, bibit, dan hasil panen, kini juga disibukkan dengan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Beberapa tahun terakhir, kesibukan Misra’i sebagai petani diperkaya dengan peran barunya dalam menggerakkan warga. Ia aktif terlibat dalam berbagai inisiatif untuk membangun kampung yang mereka rasakan sebelumnya belum berkembang.

"Rasa iri tak selalu berujung pada keluhan," ujar Misra’i, menekankan bahwa perasaan tersebut justru menjadi titik awal motivasi untuk berbuat lebih baik.

Bersama warga, Misra’i memimpin upaya gotong royong membersihkan parit-parit yang tersumbat, sebuah langkah awal krusial untuk memperbaiki sistem drainase di kawasan gambut.

Pembentukan kelompok tani menjadi salah satu fokus penting untuk memperkuat posisi petani, memfasilitasi berbagi pengetahuan, dan meningkatkan daya tawar mereka di pasar.

Perjuangan untuk mendapatkan infrastruktur yang memadai juga menjadi prioritas, memastikan akses yang lebih baik bagi warga dan kelancaran aktivitas pertanian.