TIMESINDONESIA.MY.ID - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digalakkan pemerintah diharapkan tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga sektor ekonomi. Hal ini menjadi sorotan utama dalam pembahasan di Komisi VIII DPR RI.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Singgih Januratmoko, menyatakan bahwa program tersebut harus memiliki nilai tambah bagi masyarakat luas. Ia secara spesifik meminta agar peternak dan pelaku UMKM di daerah diprioritaskan sebagai pemasok bahan baku menu makanan.

Dikutip dari sumber berita terkait, kebijakan ini dinilai mampu menciptakan pasar yang lebih stabil bagi produk peternakan rakyat. Fokus utamanya adalah pada pemenuhan kebutuhan daging ayam dan telur yang menjadi komponen penting dalam menu MBG.

"Program ini harus mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat, sehingga peternak dan UMKM lokal perlu diutamakan sebagai pemasok bahan baku menu makan bergizi," ujar Singgih Januratmoko.

Menurut pandangan Singgih, permintaan yang terukur dari pemerintah akan memberikan kepastian pasar bagi para pelaku usaha kecil. Hal ini diharapkan mampu menekan gejolak harga yang sering terjadi di tingkat produsen.

"Keberlanjutan program ini akan menciptakan ekosistem ekonomi yang sangat besar, mencakup peternak ayam, peternak layer, UMKM, koperasi, distributor, hingga tenaga kerja di daerah," kata Singgih Januratmoko.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Singgih dalam keterangan resminya kepada awak media pada Jumat (11/9/2026). Ia menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan pemerintah dengan kemandirian ekonomi masyarakat lokal.

Langkah ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pemberdayaan ekonomi di tingkat desa. Dengan melibatkan peternak lokal, rantai distribusi pangan menjadi lebih pendek dan efisien.

Selain itu, keterlibatan koperasi dan pelaku usaha lokal diyakini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah. Hal ini sejalan dengan tujuan besar pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan melalui program yang menyentuh langsung ke akar rumput.