TIMESINDONESIA.MY.ID - Upaya mitigasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan terus diperkuat melalui pemanfaatan teknologi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi memutuskan untuk memperpanjang pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Langkah strategis ini diambil menyusul keberhasilan operasi sebelumnya dalam memicu turunnya hujan di sejumlah titik panas. Wilayah yang menjadi fokus utama dalam perpanjangan operasional ini meliputi Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Dikutip dari laman resmi BMKG, inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menjaga kualitas udara dan mencegah meluasnya kerusakan lingkungan akibat karhutla. Operasi ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat yang terdampak kabut asap.

"Operasi Modifikasi Cuaca ini terbukti efektif dalam memicu hujan sehingga membantu menurunkan jumlah titik panas secara signifikan di wilayah Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah," ujar perwakilan BMKG.

Pihak BMKG menjelaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari pemantauan cuaca yang akurat serta pemilihan waktu penyemaian awan yang tepat. Tim di lapangan bekerja secara intensif untuk memastikan potensi awan hujan dapat dioptimalkan menjadi curah hujan yang efektif.

"Kami memutuskan untuk melanjutkan operasi ini guna memastikan kondisi lahan tetap basah dan potensi kebakaran hutan dapat ditekan hingga masa kemarau berakhir," kata pihak BMKG.

Pelaksanaan perpanjangan ini juga melibatkan koordinasi lintas sektoral untuk memastikan logistik dan kebutuhan teknis terpenuhi dengan baik. Sinergi antara BMKG, BNPB, dan pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam keberlanjutan misi kemanusiaan ini.

Selain menekan titik panas, hujan buatan ini dinilai mampu meningkatkan cadangan air di lahan gambut yang sangat rentan terbakar. Upaya preventif ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap anomali cuaca yang mungkin terjadi di masa depan.

Ke depannya, BMKG akan terus memantau perkembangan cuaca secara real-time untuk menentukan langkah mitigasi selanjutnya. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mendukung upaya pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan di Kalimantan.