TIMESINDONESIA.MY.ID - Fenomena iklim El Nino diprediksi datang lebih awal dari biasanya tahun ini, menciptakan kekhawatiran akan peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di berbagai wilayah Indonesia.
Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah pusat, mengingat potensi dampak buruk yang ditimbulkannya terhadap lingkungan dan masyarakat.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan bahwa percepatan kedatangan El Nino menjadi pemicu utama meluasnya potensi Karhutla pada tahun ini.
"Kalau kita lihat data karhutla, biasanya empat tahun sekali terjadi El Nino," ungkap Raja Juli Antoni usai acara peresmian Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo di Banyuasin, Sumatera Selatan, pada Jumat (7/8/2026).
Ia menambahkan bahwa fenomena El Nino kali ini datang lebih cepat dan diperkirakan akan menyebabkan musim kemarau yang lebih panjang dari biasanya.
"Karena datang percepatan pada tahun ini, dan dengan musim kemarau datang lebih cepat dan pergi lebih lama maka Presiden kumpulkan menteri terkait dalam rapat terbatas," jelas Raja Juli Antoni.
Menindaklanjuti potensi ancaman tersebut, Presiden Prabowo Subianto telah menggelar rapat terbatas dengan para menteri terkait.
Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan agar seluruh kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah memperkuat langkah-langkah pencegahan dan penanganan Karhutla.
Prioritas utama penanganan difokuskan pada wilayah yang dinilai rawan, khususnya Provinsi Sumatera Selatan dan provinsi lainnya yang memiliki potensi serupa.