TIMESINDONESIA.MY.ID - Fenomena iklim El Nino diprediksi akan membawa dampak cuaca panas dan musim kemarau yang lebih panjang di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Kota Ambon, Maluku. Situasi ini meningkatkan kewaspadaan pemerintah daerah terhadap potensi bahaya kebakaran lahan.
Pemerintah Kota Ambon mengambil langkah proaktif untuk mengantisipasi dampak negatif dari cuaca ekstrem yang dipicu oleh El Nino. Salah satu upaya utamanya adalah dengan mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh warga.
Wali Kota Ambon, Bodewin Melkias Wattimena, secara khusus meminta agar masyarakat, terutama para petani, menahan diri untuk tidak melakukan pembakaran lahan. Permintaan ini disampaikan mengingat tingginya risiko kebakaran yang dapat terjadi di tengah kondisi cuaca yang panas dan kering saat ini.
Menurut Wali Kota, praktik pembakaran lahan, sekecil apapun, dapat berpotensi menjadi pemicu utama terjadinya kebakaran yang lebih luas dan sulit dikendalikan. Hal ini menjadi perhatian serius pemerintah kota.
"Kami coba berupaya untuk meminimalisasi itu dengan misalnya bagi para petani yang ingin membuka lahan baru ya mohon tidak dilakukan pembakaran pada saat cuaca panas seperti ini," ujar Bodewin Melkias Wattimena di Ambon.
Risiko penyebaran api saat musim kemarau sangatlah tinggi, terutama di area yang memiliki sumber air terbatas atau akses terhadap air bersih yang sulit. Kondisi ini membuat upaya pemadaman menjadi lebih rumit.
Dikutip dari Kompas.com, pembakaran lahan saat musim kemarau berisiko memperluas area kebakaran. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi pemerintah kota dalam upaya pencegahan dini.
Adanya imbauan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah kerugian yang lebih besar akibat kebakaran.
Para petani dan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diingatkan untuk lebih berhati-hati dan mencari metode alternatif dalam membuka atau mengolah lahan.