TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebuah peristiwa tak biasa terjadi di Desa Matang Keupula Sa dan Desa Meunasah Tingkeum, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, di mana sebuah sumur bor mendadak menyemburkan air dengan ketinggian mencapai 40 meter. Kejadian ini sontak menimbulkan keheranan dan kekhawatiran di kalangan masyarakat setempat.

Fenomena alam yang tidak terduga ini tidak hanya berhenti pada semburan air yang luar biasa tinggi. Di lokasi yang sama, tepatnya di Desa Keupula Sa, terdeteksi adanya kandungan gas yang mudah terbakar. Keberadaan gas ini menambah kompleksitas situasi dan meningkatkan kewaspadaan warga.

Sumur bor tersebut diketahui merupakan bagian dari program bantuan yang disalurkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Bantuan ini ditujukan untuk para penyintas banjir yang melanda wilayah desa tersebut, sebagai upaya pemulihan pascabencana.

Namun, tak lama setelah proses penggalian sumur rampung, air mulai menyembur dengan kekuatan dahsyat. Ketinggian semburan yang mencapai sekitar 40 meter di atas permukaan tanah menjadi pemandangan yang mencengangkan bagi siapa saja yang menyaksikan.

Bersamaan dengan semburan air tersebut, tercium pula aroma gas yang cukup menyengat. Bau gas yang tercium ini menimbulkan dugaan adanya cadangan gas alam atau jenis gas lain yang berpotensi berbahaya jika tidak ditangani dengan tepat.

Menyikapi kondisi yang tidak normal ini, pihak pemerintah desa segera mengambil langkah antisipasi. Laporan resmi pun telah disampaikan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Timur untuk dilakukan investigasi lebih lanjut mengenai penyebab dan potensi dampak dari fenomena ini.

"Pengerjaan langsung dihentikan. Karena ketinggian airnya di atas normal. Ditambah bau gas yang mengkhawatirkan," ujar Daniel, Kepala Desa Matang Kupula Sa, pada Minggu (9/8/2026).

Pernyataan Daniel menegaskan bahwa penghentian aktivitas pengeboran merupakan keputusan yang diambil demi keselamatan warga. Kekhawatiran atas ketinggian air yang tidak wajar dan kehadiran gas yang mudah terbakar menjadi alasan utama di balik tindakan tersebut.

Kejadian ini masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang. Tim ahli dari DLH Aceh Timur diharapkan dapat memberikan penjelasan ilmiah mengenai asal-usul semburan air dan komposisi gas yang ditemukan di sumur bor tersebut.