TIMESINDONESIA.MY.ID - Semarang menjadi pusat perhatian atas langkah inovatif yang dilakukan oleh sejumlah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jawa Tengah. Bangunan-bangunan koperasi yang ada kini tidak hanya berfungsi sebagai pusat kegiatan koperasi, tetapi juga dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi produktif lainnya.

Salah satu bentuk pemanfaatan yang cukup menarik perhatian adalah penyewaan gedung koperasi sebagai lapangan bulu tangkis. Inisiatif ini muncul sebagai respons terhadap kebutuhan mendesak untuk menutupi biaya operasional yang timbul, terutama bagi koperasi yang belum memiliki arus pemasukan yang stabil.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop UKM) Jawa Tengah, Desy Arijani, memberikan pandangannya terhadap praktik pemanfaatan aset koperasi ini. Menurutnya, hal tersebut sangat dimungkinkan selama mendapat persetujuan dari pihak-pihak terkait.

"Menurut saya, ya sudah, itu bagian dari inovasi mereka supaya mereka bisa menutup biaya pengeluaran," ujar Desy Arijani saat ditemui di kantornya pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Ia menambahkan bahwa pemanfaatan gedung untuk kegiatan lain ini sangat penting untuk mendukung keberlangsungan operasional koperasi. Hal ini terutama berlaku bagi koperasi yang unit bisnisnya belum berjalan secara optimal sehingga belum mampu menghasilkan pemasukan yang signifikan.

Desy Arijani memberikan gambaran mengenai tantangan finansial yang dihadapi koperasi. "Bayangkan saja kalau misalnya bayar listrik sebulan itu ada yang sampai Rp 1 juta," tuturnya, menyoroti besarnya biaya operasional yang harus ditanggung.

Kondisi ini mendorong para pengurus koperasi untuk berpikir kreatif dalam mencari sumber pendanaan alternatif. Pemanfaatan ruang yang ada untuk kegiatan yang diminati masyarakat, seperti olahraga badminton, menjadi solusi yang efektif.

Langkah ini menunjukkan bahwa koperasi dapat beradaptasi dengan dinamika ekonomi dan sosial di sekitarnya. Dengan pengelolaan yang baik dan persetujuan yang tepat, aset koperasi dapat memberikan manfaat ganda, baik untuk pengembangan usaha koperasi maupun untuk kegiatan masyarakat.

Inovasi seperti ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi koperasi lain di Jawa Tengah maupun di daerah lain untuk terus berkreasi dalam menghadapi tantangan finansial dan memastikan keberlangsungan organisasi.