TIMESINDONESIA.MY.ID - Flores, Nusa Tenggara Timur, dilanda guncangan hebat pada Senin (17/8/2026) pagi, ketika gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut. Kejadian alam ini menimbulkan dampak signifikan bagi masyarakat setempat.

Berdasarkan laporan sementara hingga pukul 07.00 WITA, Kantor SAR Maumere mencatat jumlah korban yang terus bertambah. Peristiwa ini telah merenggut nyawa puluhan warga dan menyebabkan ratusan lainnya mengalami luka-luka.

Informasi terkini dari Kantor SAR Maumere menunjukkan bahwa sedikitnya 54 orang dilaporkan meninggal dunia akibat gempa tersebut. Angka ini menjadi pengingat akan kekuatan alam yang luar biasa.

Selain korban jiwa, gempa ini juga menyebabkan 132 orang mengalami cedera. Tingkat keparahan luka yang dialami bervariasi, mulai dari ringan hingga berat.

Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, memberikan keterangan mengenai perkembangan situasi terkini. Beliau menyampaikan data sementara yang dihimpun oleh timnya di lapangan.

"Data sementara pagi ini sudah 54 yang meninggal," ujar Fathur Rahman pada Senin (17/8/2026). Pernyataan ini menggarisbawahi skala tragedi yang terjadi.

Fathur Rahman juga merinci kondisi korban luka. "Dari 132 korban luka, sebagian mengalami luka ringan dan lainnya luka berat," tambahnya. Hal ini menunjukkan perlunya penanganan medis yang intensif.

Peristiwa gempa bumi ini terjadi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, yang merupakan daerah rawan bencana. Guncangan kuat tersebut terasa hingga ke berbagai penjuru daerah.

Penyebab pasti dari gempa bermagnitudo 7,7 ini masih dalam kajian lebih lanjut oleh para ahli geologi. Namun, dampaknya yang luas telah menimbulkan keprihatinan mendalam.