TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebuah peristiwa dramatis terjadi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Senin, 17 Agustus 2026, ketika seorang ibu hamil harus menjalani proses persalinan di halaman sebuah fasilitas kesehatan. Kejadian ini berlangsung di tengah guncangan gempa bumi yang melanda wilayah tersebut.
Perempuan yang menjadi pusat perhatian dalam peristiwa ini adalah Yuvensia Iventi, seorang ibu berusia 27 tahun. Ia melahirkan bayinya pada Senin pagi, di saat getaran gempa masih terasa.
"Dia warga saya, tadi pagi melahirkan saat gempa," ujar Penjabat Kepala Desa Watubaing, Maria Yesmiaty, saat dihubungi pada hari yang sama. Pernyataan ini mengonfirmasi kejadian tersebut.
Proses persalinan ini menjadi semakin menegangkan karena terjadi bersamaan dengan aktivitas seismik yang mengguncang daerah tersebut. Kondisi ini tentu menimbulkan kekhawatiran ekstra bagi ibu dan tenaga medis yang bertugas.
Menurut penuturan Maria Yesmiaty, Yuvensia Iventi telah dibawa ke Puskesmas Watubaing oleh bidan desa pada Minggu malam, 16 Agustus 2026. Kedatangan pasien ke fasilitas kesehatan tersebut dilakukan sekitar pukul 23.00 Wita.
Keputusan untuk dibawa ke puskesmas pada malam hari menunjukkan adanya indikasi bahwa persalinan sudah dekat. Namun, takdir berkata lain, momen kelahiran justru bertepatan dengan kejadian alam yang tak terduga.
Beruntung, meskipun proses persalinan berlangsung dalam situasi yang tidak ideal, Yuvensia Iventi dan bayinya dilaporkan dalam kondisi yang stabil. Keduanya berhasil selamat dari momen menegangkan tersebut.
"Dia warga saya, tadi pagi melahirkan saat gempa," ujar Penjabat Kepala Desa Watubaing, Maria Yesmiaty.
Maria Yesmiaty juga menambahkan informasi mengenai kedatangan pasien ke fasilitas kesehatan. "Pasien dibawa ke Puskesmas oleh bidan desa pada Minggu (16/8/2026) malam, sekitar pukul 23.00 Wita," kata Maria Yesmiaty.