TIMESINDONESIA.MY.ID - Suasana khidmat Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Stadion Marilonga, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, mendadak terusik. Getaran gempa susulan yang cukup kuat terasa pada Senin, 17 Agustus 2026, membuat para peserta panik.

Dalam rekaman video yang kemudian beredar, terlihat bagaimana para peserta yang semula fokus pada jalannya upacara, mendadak terkejut dan berhamburan keluar dari barisan. Momen tegang ini terjadi sekitar pukul 08.46 Wita.

Para peserta upacara segera mencari tempat yang lebih aman untuk menghindari dampak lanjutan dari guncangan gempa tersebut. Kepanikan sempat melanda Stadion Marilonga, menghentikan sejenak rangkaian acara peringatan kemerdekaan.

Namun, semangat kebangsaan para peserta patut diacungi jempol. Setelah situasi dirasa cukup terkendali dan aman, mereka dengan sigap kembali berkumpul di lokasi kegiatan.

Upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Ende tersebut pun akhirnya dapat dilanjutkan. Para peserta kembali menempati posisi mereka untuk menyelesaikan seluruh rangkaian acara.

Informasi mengenai gempa ini disampaikan oleh Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama. Beliau mengonfirmasi adanya gempa susulan dengan magnitudo yang signifikan.

"Info gempa magnitudo 5,8, 17 Agustus 2026 pukul 07.46.43 WIB," kata Arief Tyastama, Senin, menjelaskan detail kejadian gempa tersebut.

Gempa yang mengguncang wilayah Nagekeo dan sekitarnya ini terjadi pada pagi hari, bertepatan dengan momen penting perayaan kemerdekaan bangsa Indonesia. Meskipun sempat menimbulkan kepanikan, kesigapan dan ketangguhan para peserta upacara patut diapresiasi.

Dikutip dari Kompas.com, kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan terhadap bencana alam, terlebih di wilayah yang rentan seperti Nusa Tenggara Timur.