TIMESINDONESIA.MY.ID - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaporkan telah menyebabkan korban jiwa di Kabupaten Manggarai Timur. Peristiwa ini terjadi pada Minggu, 16 Agustus 2026, menambah daftar duka di wilayah tersebut.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun hingga Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 22.26 Wita, tercatat sebanyak 19 warga meninggal dunia akibat gempa ini. Angka tersebut terus mengalami penambahan seiring dengan laporan yang masuk dari berbagai kecamatan terdampak.
Selain korban jiwa, gempa juga mengakibatkan 8 warga lainnya mengalami luka-luka. Kondisi para korban luka ini segera ditangani oleh tim medis untuk mendapatkan perawatan yang memadai.
Korban jiwa dan luka-luka tersebut tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Manggarai Timur. Wilayah yang terdampak antara lain Kecamatan Kota Komba, Lamba Leda Utara, Lamba Leda, Lamba Leda Selatan, Sambi Rampas, dan Elar.
"Sementara 8 korban luka tersebar di wilayah Kecamatan Sambi Rampas, dan masih dalam perawatan," ujar Kapolres Manggarai Timur AKBP Haryanto dalam keterangannya pada Minggu, 16 Agustus 2026.
Kejadian gempa bumi ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga menyebabkan kerusakan yang signifikan pada berbagai bangunan dan infrastruktur. Sejumlah rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan parah.
Tempat-tempat ibadah, fasilitas umum, serta bangunan pemerintahan juga tidak luput dari dampak gempa. Kerusakan ini tentu saja menambah beban masyarakat yang terdampak musibah.
Infrastruktur penting di beberapa wilayah juga mengalami kerusakan. Hal ini tentunya akan menghambat upaya pemulihan dan penanganan pascagempa di Kabupaten Manggarai Timur.
"Jumlah korban meninggal dunia mencapai 19 warga dan 8 orang mengalami luka-luka," ujar Kapolres Manggarai Timur AKBP Haryanto, merujuk pada data sementara yang telah dikumpulkan.