TIMESINDONESIA.MY.ID - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang berpusat di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan telah menimbulkan kerusakan yang signifikan. Pembaruan data dampak bencana terus dilakukan oleh pihak berwenang.

Hingga Senin, 17 Agustus 2026, tercatat bahwa ribuan unit rumah warga mengalami kerusakan, baik ringan maupun berat. Kerusakan ini menjadi bukti nyata kekuatan guncangan yang dirasakan di wilayah tersebut.

Selain rumah tempat tinggal warga, sebanyak 744 fasilitas umum (fasum) dan infrastruktur juga dilaporkan mengalami kerusakan. Hal ini mencakup berbagai bangunan vital yang menunjang aktivitas masyarakat sehari-hari.

"Pendataan kerusakan masih terus dilakukan di kabupaten terdampak. Angka ini merupakan data yang sudah masuk dan diverifikasi sampai batas waktu pelaporan," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT, Mahadin Sibarani. Pernyataan ini disampaikan pada Selasa, 18 Agustus 2026.

Mahadin Sibarani menambahkan bahwa proses pendataan dan verifikasi kerusakan masih berlangsung di berbagai wilayah yang terdampak gempa. Angka yang dilaporkan saat ini adalah data yang telah berhasil dikumpulkan dan dipastikan kebenarannya.

Gempa bumi ini terjadi dengan kekuatan yang cukup besar, menimbulkan kekhawatiran dan kerugian materiil bagi masyarakat NTT. Upaya penanganan dan pemulihan pun tengah disiapkan oleh pemerintah daerah.

Dikutip dari Antara, data terbaru ini menunjukkan skala kerusakan yang cukup masif akibat gempa yang berpusat di Nagekeo. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya pada hunian pribadi tetapi juga pada fasilitas publik.

Pihak BPBD NTT terus berupaya untuk mendata secara akurat jumlah kerugian yang dialami. Fokus utama saat ini adalah memastikan semua kerusakan tercatat dengan baik untuk perencanaan bantuan selanjutnya.

Upaya pemulihan pasca-gempa akan menjadi prioritas utama bagi pemerintah daerah dan instansi terkait. Penanganan korban dan perbaikan infrastruktur yang rusak akan segera dilaksanakan.