TIMESINDONESIA.MY.ID - Gempa bumi dengan magnitudo 5,8 mengguncang wilayah Barat Laut Melonguane, Sulawesi Utara, pada Selasa (23/1/2024) pukul 11:33 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa pusat gempa berada di laut, dengan kedalaman 10 kilometer.
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengatakan gempa tersebut merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar lokal. "Gempa bumi ini merupakan gempa dangkal akibat adanya aktivitas sesar lokal," ujarnya.
Daryono juga menambahkan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. "Gempa ini tidak berpotensi tsunami," tegasnya.
Gempa tersebut dirasakan di beberapa wilayah, termasuk Melonguane, Tahuna, Manado, dan Bitung. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan atau korban jiwa akibat gempa tersebut. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
- --
Berikut adalah penulisan ulang artikelnya:
JUDUL: Guncangan M5,8 di Laut Sulut Dirasakan Hingga Daratan, BMKG Pastikan Tanpa Tsunami
DESKRIPSI: Gempa bumi magnitudo 5,8 mengguncang perairan Sulawesi Utara pada Selasa siang, dirasakan di beberapa wilayah. BMKG menjelaskan penyebab dan memastikan tidak ada potensi tsunami.
KONTEN: