TIMESINDONESIA.MY.ID - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Peristiwa alam dahsyat ini menimbulkan dampak kerusakan yang signifikan pada berbagai infrastruktur vital.

Kerusakan paling parah tercatat pada sektor pendidikan, di mana sebanyak 87 fasilitas dilaporkan mengalami kerusakan. Fasilitas-fasilitas ini tersebar di beberapa kabupaten yang terdampak langsung oleh guncangan kuat tersebut.

Wilayah yang terdampak kerusakan fasilitas pendidikan meliputi Kabupaten Sikka, Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat. Sebaran ini menunjukkan luasnya jangkauan dampak gempa.

"Data sementara sore tadi, pukul 18.00 Wita, Sabtu (15/8), fasilitas pendidikan yang rusak 87 unit," ujar Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam siaran pers yang diterima pada Sabtu malam.

Selain institusi pendidikan, gempa ini juga merusak sejumlah fasilitas umum lainnya yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Hal ini menambah daftar panjang kerugian akibat bencana tersebut.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tercatat 18 unit fasilitas kesehatan mengalami kerusakan. Fasilitas kesehatan ini krusial dalam penanganan korban dan pemulihan pasca-bencana.

Lebih lanjut, kerusakan juga melanda 5 unit tempat ibadah. Kehilangan tempat ibadah tentu menjadi pukulan tersendiri bagi sendi spiritual masyarakat di wilayah terdampak.

Selain itu, data BNPB juga mencatat adanya 6 unit kantor yang mengalami kerusakan. Kerusakan pada kantor-kantor pemerintahan maupun swasta ini dapat menghambat aktivitas administrasi dan pelayanan publik.

Follow timesindonesia.my.id
Follow on Google