TIMESINDONESIA.MY.ID - Gempa bumi bermagnitudo 5,6 mengguncang wilayah Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, pada Kamis (20/8/2026) dini hari. Peristiwa alam ini sontak membangunkan aktivitas warga di berbagai daerah di Pulau Flores.

Peristiwa gempa terjadi tepat pada pukul 00.17 Waktu Indonesia Barat (Wita). Informasi ini disampaikan oleh pihak berwenang yang memantau aktivitas seismik di wilayah tersebut.

"Gempa bermagnitudo 5,6 terjadi pada koordinat 8,23 derajat Lintang Selatan dan 120,53 derajat Bujur Timur," demikian keterangan yang disampaikan oleh Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, pada Kamis dini hari.

Pusat gempa dilaporkan berada di kedalaman yang relatif dangkal, yaitu hanya 10 kilometer di bawah permukaan bumi. Lokasi titik episentrumnya sendiri berada sekitar 43 kilometer ke arah utara dari Kota Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai.

Getaran gempa ini tidak hanya dirasakan oleh masyarakat di Kabupaten Manggarai saja. Laporan awal menunjukkan bahwa guncangan juga sampai ke wilayah lain di Pulau Flores.

Dampak getaran gempa ini dilaporkan turut dirasakan oleh warga di Kabupaten Manggarai Barat. Selain itu, wilayah Kabupaten Nagekeo juga mengalami merasakan adanya guncangan.

"Gempa bermagnitudo 5,6 terjadi pada koordinat 8,23 derajat Lintang Selatan dan 120,53 derajat Bujur Timur," ujar Arief Tyastama, Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang.

Menurut Arief, pusat gempa berada sekitar 43 kilometer sebelah utara Ruteng, Kabupaten Manggarai, dengan kedalaman 10 kilometer.

Gempa tersebut dirasakan oleh masyarakat di sejumlah wilayah di Pulau Flores.