TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebuah gempa bumi signifikan dengan kekuatan magnitudo 5,8 mengguncang wilayah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, pada hari Rabu (21/2/2024). Kejadian ini memicu kekhawatiran masyarakat di berbagai daerah yang terdampak.

Peristiwa alam ini terjadi pada pukul 15:30 WITA, menurut informasi yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Lokasi pusat gempa berada di darat, namun dampaknya terasa cukup luas.

Intensitas getaran gempa dirasakan kuat di Kabupaten Nagekeo, menimbulkan kepanikan di antara penduduk setempat. Banyak warga yang berhamburan keluar rumah mencari tempat aman.

Dampak getaran gempa ini tidak hanya terbatas di Nagekeo, tetapi juga meluas hingga ke Kabupaten Manggarai. Warga di Manggarai melaporkan merasakan guncangan yang cukup berarti dari gempa yang berpusat di Nagekeo.

"Gempa ini dirasakan cukup kuat di wilayah kami, membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah," ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya. Pernyataan ini mencerminkan respons awal masyarakat terhadap guncangan tersebut.

Pihak BMKG terus memantau perkembangan aktivitas seismik di wilayah tersebut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai adanya korban jiwa maupun kerusakan bangunan yang signifikan akibat gempa ini.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," kata seorang petugas BMKG yang berjaga. Imbauan ini bertujuan untuk mencegah kepanikan lebih lanjut.

Tim reaksi cepat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah dikerahkan untuk melakukan asesmen di lokasi-lokasi yang terdampak. Tujuannya adalah untuk mendata potensi kerusakan dan memberikan bantuan yang diperlukan.

Analisis awal menunjukkan bahwa gempa ini kemungkinan besar dipicu oleh aktivitas sesar lokal. Namun, penelitian lebih mendalam masih terus dilakukan oleh para ahli geologi untuk memastikan penyebab pastinya.