TIMESINDONESIA.MY.ID - Kabupaten Ngada di Nusa Tenggara Timur (NTT) dilanda kepanikan pada Sabtu, 15 Agustus 2026, ketika gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut.
Guncangan dahsyat ini menimbulkan dampak yang signifikan, merusak ribuan rumah warga yang tersebar di 12 kecamatan di seluruh kabupaten.
Berdasarkan data terkini yang dihimpun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat pada Senin, 17 Agustus 2026, pukul 12.00 Wita, tercatat sebanyak 2.307 unit rumah mengalami kerusakan.
Tingkat kerusakan bervariasi, mulai dari kategori ringan, sedang, hingga berat, yang berarti sebagian besar bangunan tempat tinggal warga tidak luput dari amukan gempa.
"Akibat kerusakan ini sebanyak 552 kepala keluarga (KK) mengungsi secara mandiri maupun di rumah keluarga," ujar Kepala BPBD Kabupaten Ngada, Yohanes Ghae, dalam keterangan tertulisnya pada Senin.
Pernyataan ini menggarisbawahi skala krisis kemanusiaan yang timbul, di mana ratusan keluarga terpaksa meninggalkan rumah mereka demi mencari tempat yang lebih aman.
Tidak hanya rumah warga, sejumlah bangunan vital dan fasilitas umum di Kabupaten Ngada juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa tersebut.
Kerusakan pada fasilitas publik ini berpotensi memperlambat upaya pemulihan dan penanganan dampak bencana di wilayah terdampak.
Dikutip dari Kompas.com, data rinci mengenai jumlah dan jenis fasilitas publik yang rusak belum sepenuhnya terperinci dalam laporan awal.