TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebuah gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa (14/12/2021) pagi. Guncangan kuat ini dirasakan oleh masyarakat di berbagai daerah, menimbulkan kekhawatiran dan kepanikan.
Gempa yang terjadi pada pukul 10:20 WITA ini berpusat di laut pada kedalaman 12 kilometer. Lokasi episentrum gempa tercatat berada pada 7.86 Lintang Selatan (LS) dan 122.26 Bujur Timur (BT), sekitar 113 kilometer arah barat laut Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur.
Akibat guncangan dahsyat ini, lebih dari 5.900 warga di wilayah NTT terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Mereka meninggalkan rumah masing-masing karena khawatir akan terjadinya gempa susulan atau dampak kerusakan yang lebih luas.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa gempa ini berpotensi menimbulkan tsunami. Peringatan dini tsunami sempat dikeluarkan untuk beberapa wilayah pesisir.
"Gempa kuat dirasakan di beberapa wilayah seperti, Flores Timur, Lembata, Alor, Sikka, Ende, Ngada, Manggarai, Manggarai Barat, Rote Ndao, Sabu Raijua, Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan, Belu, Malaka, Sumba Barat, Sumba Timur, Bima, Dompu, dan Sumbawa," sebut informasi dari BMKG.
Meskipun gempa berpotensi tsunami, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiaji, menyatakan bahwa peringatan tsunami telah dicabut. "Peringatan dini tsunami telah dicabut, kondisi aman," ujarnya.
Namun, dampak kerusakan dilaporkan terjadi di beberapa daerah terdampak. Laporan awal mencatat adanya kerusakan rumah warga dan fasilitas publik akibat getaran gempa.
Pemerintah daerah bersama tim gabungan terus melakukan pendataan dan penanganan terhadap korban serta kerusakan yang ditimbulkan. Upaya evakuasi dan bantuan logistik bagi pengungsi menjadi prioritas utama.
"Kami terus memantau perkembangan dan berkoordinasi dengan semua pihak terkait untuk memastikan penanganan bencana berjalan maksimal," tegas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Abdul Muhari.