TIMESINDONESIA.MY.ID - Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 7,7 skala Richter mengguncang wilayah Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, pada hari Kamis (28/12/2023) pukul 03:00 WITA. Guncangan kuat ini menimbulkan kekhawatiran dan kepanikan di kalangan masyarakat setempat.
Peristiwa alam dahsyat ini terjadi di kedalaman 10 kilometer. Pusat gempa berada di laut, sekitar 90 kilometer barat laut Manggarai Timur, namun dampaknya terasa luas hingga ke daratan.
Salah satu bangunan yang mengalami kerusakan parah akibat gempa adalah Masjid Kubah Merah Putih yang merupakan salah satu ikon keagamaan di wilayah tersebut. Bangunan masjid bersejarah ini dilaporkan roboh rata dengan tanah.
Pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami. Namun, masyarakat tetap diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," ujar Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono. Pernyataan ini menekankan pentingnya informasi resmi dalam menghadapi bencana.
Daryono juga menjelaskan bahwa gempa ini merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif. "Gaya patahan yang terjadi cukup kuat sehingga menghasilkan getaran yang signifikan," jelasnya.
Akibat dari gempa ini, banyak rumah warga dan fasilitas umum lainnya yang dilaporkan mengalami kerusakan. Tim reaksi cepat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat segera dikerahkan untuk melakukan pendataan dan asesmen awal.
Petugas gabungan tengah melakukan upaya penanganan darurat dan identifikasi jumlah korban maupun kerugian materiil. Prioritas utama saat ini adalah memberikan pertolongan kepada warga yang terdampak dan memastikan ketersediaan kebutuhan dasar.
"Kami sedang berupaya keras untuk menjangkau seluruh wilayah terdampak. Data awal menunjukkan kerusakan cukup luas, terutama pada bangunan," kata Kepala Pelaksana BPBD Manggarai Timur, Siprianus Gb.