TIMESINDONESIA.MY.ID - Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 5,8 dilaporkan mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin pagi, 17 Agustus 2026. Kejadian ini menambah kekhawatiran warga di tengah serangkaian aktivitas seismik yang masih berlangsung.

Peristiwa gempa ini terjadi sebagai bagian dari rangkaian gempa susulan yang menyusul gempa besar yang sebelumnya melanda wilayah Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas tektonik di kawasan tersebut masih cukup dinamis.

Menurut informasi yang disampaikan oleh Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, gempa ini tercatat terjadi pada pukul 08.46.43 Wita. Waktu tersebut setara dengan pukul 07.46.43 WIB.

"Info gempa magnitudo 5,8, 17 Agustus 2026 pukul 07.46.43 WIB," demikian disampaikan oleh Arief Tyastama pada Senin pagi. Pernyataan ini mengonfirmasi waktu pasti terjadinya gempa tersebut.

Berdasarkan analisis yang dilakukan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter atau pusat gempa ini terletak pada koordinat geografis 8,38 derajat Lintang Selatan (LS) dan 121,52 derajat Bujur Timur (BT). Lokasi ini memberikan gambaran mengenai titik awal terjadinya getaran.

Kejadian gempa di Nagekeo ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan terhadap bencana alam, terutama di wilayah yang rentan terhadap aktivitas seismik seperti Nusa Tenggara Timur.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan dari pihak berwenang terkait potensi gempa susulan. Pengecekan kondisi bangunan dan infrastruktur juga menjadi langkah penting pasca-gempa.

Untuk menjaga keselamatan, penting bagi warga untuk mengetahui jalur evakuasi dan tempat berkumpul yang aman jika terjadi gempa susulan yang lebih kuat.

Informasi mengenai gempa ini penting untuk disebarluaskan guna meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat di wilayah terdampak.