TIMESINDONESIA.MY.ID - Gunung Anak Krakatau (GAK), yang berlokasi di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, memperlihatkan peningkatan aktivitas vulkaniknya secara signifikan pada hari Senin, 17 Agustus 2026. Fenomena alam ini berlangsung sepanjang hari, menarik perhatian para pengamat gunung berapi.
Selama periode 24 jam tersebut, GAK tercatat mengalami 20 kali erupsi. Aktivitas dimulai sejak dini hari pada pukul 01.30 WIB dan berlanjut hingga malam hari, dengan letusan terakhir teramati pada pukul 22.10 WIB.
Rangkaian erupsi ini menandakan periode kegelisahan vulkanik yang cukup panjang. Aktivitas tersebut tidak hanya terjadi sesaat, melainkan berlangsung hampir sepanjang hari, menunjukkan energi yang terus dikeluarkan oleh gunung api aktif ini.
Beberapa dari letusan tersebut dapat diamati secara visual. Kolom abu membumbung ke udara, menjadi penanda kuat dari aktivitas vulkanik yang sedang terjadi.
Namun, tidak semua erupsi terlihat oleh mata telanjang. Kondisi pengamatan tertentu, seperti jarak atau cuaca, terkadang menghalangi pandangan langsung. Meskipun demikian, aktivitas ini tetap tercatat secara akurat oleh peralatan seismograf.
Erupsi pertama dalam rangkaian aktivitas ini tercatat pada dini hari, tepatnya pukul 01.30 WIB. Letusan tersebut memiliki amplitudo maksimum 57 milimeter dan durasi 36 detik, menurut data seismograf.
Dikutip dari Kompas.com, gunung api tersebut menunjukkan aktivitas vulkanik yang cukup intens sepanjang Senin (17/8/2026).
Dikutip dari Kompas.com, dalam sehari, gunung api tersebut tercatat erupsi sebanyak 20 kali, mulai pukul 01.30 WIB hingga letusan terakhir pada pukul 22.10 WIB.
Dikutip dari Kompas.com, rangkaian erupsi terjadi hampir sepanjang hari.