TIMESINDONESIA.MY.ID - Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, secara resmi menandai dimulainya kembali aktivitas pendidikan di Kabupaten Pidie Jaya dengan meletakkan batu pertama pembangunan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5. Pembangunan ini merupakan respons atas musibah banjir bandang yang meluluhlantakkan gedung sekolah tersebut pada akhir November tahun 2025 lalu.

Peristiwa nahas tersebut menyebabkan MIN 5 di Desa Seunong, Pidie Jaya, hilang ditelan amukan banjir bandang. Kehancuran total ini menimbulkan kekhawatiran besar terhadap kelangsungan pendidikan bagi para siswa di wilayah tersebut.

Namun, semangat untuk bangkit kembali kini terwujud melalui pembangunan gedung sekolah yang baru. Lahan untuk pembangunan gedung anyar ini merupakan hasil swadaya dan sumbangan dari warga Desa Seunong, menunjukkan solidaritas dan kepedulian masyarakat setempat.

Lokasi pembangunan sekolah baru ini masih berada di Desa Seunong, namun dengan penyesuaian strategis. Jaraknya sekitar 350 meter dari lokasi sekolah lama yang kini telah tiada.

Perubahan lokasi ini juga mempertimbangkan faktor keamanan dan mitigasi bencana. Gedung sekolah baru tidak lagi berdekatan dengan aliran sungai yang berpotensi meluap.

Sebaliknya, posisi sekolah kini bergeser mendekat ke kaki gunung dan dikelilingi oleh persawahan milik warga Desa Seunong. Perubahan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman lebih bagi seluruh warga sekolah.

Kehadiran Menteri Agama dalam acara peletakan batu pertama ini disambut oleh jajaran Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Aceh, termasuk Kepala Kanwil Azhari.

"Pembangunan gedung sekolah baru ini merupakan wujud komitmen kami untuk memastikan anak-anak di Pidie Jaya tetap dapat mengenyam pendidikan berkualitas, meskipun telah dilanda musibah," ujar Menteri Agama Nasaruddin Umar.

"Kami sangat berterima kasih kepada seluruh warga yang telah menyumbangkan lahan dan mendukung penuh pembangunan sekolah ini. Ini adalah bukti nyata kebersamaan kita," kata Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari.