TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebuah fenomena alam yang tak terduga kembali menyapa warga Desa Tejang di Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan. Hujan abu vulkanik yang berasal dari erupsi Gunung Anak Krakatau dilaporkan telah turun ke wilayah mereka selama tiga hari terakhir.

Material abu yang terbawa angin ini tidak hanya menyelimuti lingkungan, namun juga mulai menimbulkan dampak serius bagi kesehatan masyarakat setempat. Aktivitas sehari-hari warga kini terganggu oleh keberadaan abu vulkanik yang terus menerus turun.

Kondisi ini secara langsung memengaruhi kesehatan para penduduk. Sejumlah warga dilaporkan mulai merasakan keluhan fisik akibat paparan abu vulkanik yang tak kunjung reda.

Keluhan yang paling banyak muncul adalah gangguan pada saluran pernapasan. Warga merasa sulit bernapas akibat partikel halus yang terhirup.

Selain masalah pernapasan, mata warga juga menjadi sasaran dampak abu vulkanik. Iritasi mata menjadi keluhan lain yang disampaikan oleh masyarakat yang terdampak.

Sekretaris Desa Tejang, Riko Iswanto, memberikan keterangan mengenai situasi yang terjadi di wilayahnya. Ia mengamati peningkatan keluhan kesehatan warga sejak hujan abu mulai mengguyur.

"Keluhan masyarakat terus meningkat sejak hujan abu terjadi," ujar Riko Iswanto, Sekretaris Desa Tejang, Pulau Sebesi.

Ia menambahkan bahwa gangguan pernapasan merupakan keluhan yang paling dominan dirasakan oleh sebagian besar warga di desanya.

"Gangguan pernapasan menjadi keluhan yang paling banyak dirasakan warga," lanjut Riko Iswanto.